Dari berbagai wacana yang telah berkembang, saya ingin memaparkan apa saja yang menjadi inti dari way of life Korpala. Berdasarkan pemikiran-pemikiran yang telah dijabarkan sebelumnya, kita dapat menerapkan berbagai kualitas sebagai pedoman untuk membangun karakter setiap anggota Korpala. Kualitas-kualitas ini dibentuk oleh konsistensi dalam melangsungkan setiap kegiatan berlandaskan way of life tersebut. Saya juga menambahkan elemen kearifan lokal kita yang diwariskan dalam budaya Bugis Makassar.
Cosmos Consciousness mengajarkan bahwa manusia adalah bagian integral dari alam semesta. Korpala menanamkan kesadaran akan makrokosmos dan mikrokosmos yang saling berkaitan. Anggota didorong untuk memahami bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta yang lebih besar, dan bertindak sesuai dengan prinsip kesadaran universal. Mereka bertindak dengan kesadaran penuh tentang dampak tindakan mereka terhadap lingkungan dan masyarakat. Ketika kita mengenal dan memahami makrokosmos, kita juga akan lebih mengenal Tuhan yang tercermin dalam diri manusia sang mikrokosmos. Dalam hal ini, setiap anggota Korpala belajar untuk melihat dirinya sebagai bagian dari alam semesta yang luas, mengakui hubungan timbal balik antara manusia dan alam, serta bertindak dengan bijak dan penuh tanggung jawab.
Kualitas selanjutnya adalah disiplin, beradab, teguh, dan bijaksana. Ini mengadopsi prinsip-prinsip dari filosofi Musashi dan ajaran Shaolin, yang menekankan disiplin, ketekunan, dan kebijaksanaan. Seperti Musashi yang menjalani "jalan pedang," kita di Korpala dilatih untuk mengembangkan keterampilan teknis yang mumpuni dan karakter yang tangguh melalui latihan intensif dan disiplin tinggi. Dalam kegiatan sehari-hari, anggota Korpala juga didorong untuk mengembangkan sikap santun dan beradab, menghormati senior dan rekan-rekan, serta menjalani kehidupan dengan integritas. Relasi antara murid dan guru di Shaolin juga menjadi contoh bagaimana kita seharusnya berinteraksi dan belajar dari para pendahulu dan sesama anggota Korpala.
Kesadaran spiritual yang mendalam adalah elemen penting lainnya dalam way of life Korpala. Tradisi Sufi memberikan kerangka untuk pengembangan spiritual dan introspeksi mendalam. Anggota Korpala diajarkan untuk mencari makna dan tujuan hidup yang lebih tinggi, mengembangkan kesadaran spiritual yang mendalam, serta hidup dengan integritas dan kejujuran. Hal ini juga sejalan dengan isi dari Kode Etik Pencinta Alam Indonesia. Dalam proses pembelajaran, anggota Korpala didorong untuk mengeksplorasi dan mengembangkan hubungan pribadi dengan alam dan pencipta, yang membantu mereka menemukan kedamaian dan makna dalam setiap kegiatan yang dilakukan.
Ketenangan dan rasionalitas adalah kualitas yang diambil dari filosofi Zen dan Stoik. Zen dan Stoik menekankan pentingnya ketenangan batin, ketabahan, dan keteguhan hati. Anggota Korpala dapat mencapai keseimbangan batin melalui meditasi dan refleksi, sementara ajaran Stoik mengajarkan mereka untuk menghadapi tantangan hidup dengan ketenangan dan rasionalitas. Narasi yang sudah terpatri sebagai ciri Korpala dalam setiap aspeknya adalah berkegiatan tanpa alkohol, yang sangat sejalan dengan kebutuhan untuk tetap rasional di dalam situasi apapun. Dalam menghadapi tantangan alam atau situasi yang tidak terduga, ketenangan batin dan pemikiran rasional membantu anggota Korpala untuk tetap fokus dan mengambil keputusan yang tepat.
Menghormati dan mengintegrasikan nilai-nilai lokal Bugis Makassar adalah bagian penting dari way of life Korpala. Nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, bertanggung jawab, dan solidaritas dijadikan pedoman dalam setiap aktivitas. Ini menjadikan budaya organisasi terkait erat dengan kearifan lokal secara mendalam, menghubungkan anggota dengan akar budaya mereka. Dalam setiap kegiatan, baik itu ekspedisi, pelatihan, atau diskusi, anggota Korpala selalu diingatkan untuk mengedepankan nilai-nilai tersebut, yang memperkuat rasa kebersamaan dan identitas kolektif sebagai bagian dari masyarakat Bugis Makassar.
Dengan menarasikan secara detail way of life Korpala seperti di atas, kita dapat dengan mudah menyusun ulang kurikulum pelatihan dan pendidikan. Kita dapat mengintegrasikan kualitas karakter tertentu yang hendak dicapai di setiap modul pelatihan dan pendidikan. Way of life Korpala adalah untuk membangun karakter manusia di Korpala. Tidak peduli apapun bidang keterampilan dan keahlian yang dimiliki, karakter yang dimilikinya telah jelas dan nyata.
bagian 1: Pergulatan Filosofis di Korpala Unhas
bagian 2: Korpala is The Way of Life (tulisan ini)
bagian 3: Survive with KORPALA
bagian 4: Langit Baru Inklusivisme Korpala Unhas
Jujurly, saya gak sanggup kalau harus menulis anthology sampai 4 seri seperti ini. Salut untuk Bang Hero Sang Bapak Kontur Korpala.
BalasHapusKalau boleh saya menambahkan, kita manusia ini memang sewajarnya harus memiliki sifat-sifat pendekar sebagaimana yg dinarasikan oleh Cersil Asmaraman Kho Ping Hoo dan juga Eiji Yoshikawa.
Tetapi patut diingat kita hanyalah manusia biasa yang bisa berupaya tetapi karena berbagai modifying factors, tidak semua akan mencapai taraf pendekar yg serba ideal. Tuntutan hidup, latar belakang keluarga, kemampuan ekonomi adalah hanya segelintir dari berbagai modifying factors yg bisa saja menghambat keinginan kita menjadi manusia paripurna.
Tuga Korpala hanya memberikan bekal awal dan pondasi kuat karena berapa lama sih kita bisa bertahan di kampus? Setelah lulus kuliah, kita terpapar oleh jebakan untuk mencari penghidupan yg lebih baik baik di Sulsel maupun provinsi lain di negeri Konoha dan Wakanda.
Yang paling penting adalah bagaimana membawa spirit Korpala dan Way of Life Korpala dalam kehidupan dan perjuangan kita menghadapi tantangan hidup yg luarbiasa kompleks. Hal yg paling sederhana saja adalah saat menghadapi persoalan berat, maka semangat fighting spirit Korpala harus dikeluarkan! Ingatlah bahwa hal yg lebih berat saat Dikdas atau Ekspedisi Tebing, Gunung, Gua, Laut dsb bahkan lebih berat dan kita tetap keluar sebagai pemenang.
Jadi, ayo para Korpala blood, maju pantang mundur!!