Langit Biru Inklusivisme Korpala Unhas

     Dalam pusaran diskusi masyarakat 5.0 di suatu wilayah bertabur zamrud khatulistiwa, Korpala adalah sorotan dan idaman. Dalam beberapa tahun yang singkat, Korpala telah menjelma menjadi tren setter idola untuk suatu pola hidup yang berkarakter kuat dengan pengembangan kecerdasan yang berimbang di hampir semua sektor penting kehidupan. Setelah anggota-anggota Korpala menjadi idaman idola di setiap organisasi di dunia, orang mulai mengulik apa dan bagaimana proses yang membentuk kualitas seperti itu. Khalayak pun menemukan formulanya. Namun bagaimana mereka dapat menerapkannya di dalam kehidupan mereka?

     Beruntungnya, Korpala terlebih dahulu telah membangun Parasosial Relationship - hubungan parasosial. Suatu hubungan yang terjadi seperti pada para penggemar dan klub sepak bola ataupun antara penggemar dan bintang sepak bolanya. Hubungan parasosial yang sehat tentu saja. Dalam hubungan parasosial yang lazim, hanya terjadi hubungan satu arah. Para penggemar bisa sangat mengenal seorang bintang sepak bola tertentu, tetapi sang bintang sama sekali tidak mengenal sang penggemar.

     Hal berbeda dengan hubungan parasosial yang dibangun Korpala, dimana Korpala berusaha melakukan hubungan timbal balik dengan para penggemarnya. Untuk para penggemar Korpala dimana pun, telah disediakan materi-materi pelatihan digital yang bisa diakses oleh siapa saja. Termasuk tentunya materi-materi untuk pengembangan penguatan karakter Korpala. Siapapun, secara individu maupun secara berkelompok, dapat bergabung ke dalam Korpala. Di sini, Korpala adalah way of life.


     Langit baru inklusivisme telah direntangkan oleh Korpala. Bila di masa lalu, untuk menjadi anggota Korpala, orang terlebih dahulu harus menjadi mahasiswa Unhas. Korpala yang sangat eksklusif, mungkin telah menghasilkan elit-elit yang sangat spesial. Namun bila way of life Korpala dapat membantu dan menginspirasi semua orang, mengapa kita tidak berbagi kualitas kepada semua orang? Kita dapat menjadi pionir, mendorong percepatan budaya kolaborasi ke dalam masyarakat kita. Dan hal tersebut hanya dapat dicapai dengan kerendahan hati dalam inklusivisme.

     Memori genetik tentang menjadi yang terkuat, paling elit, paling spesial dalam karakter eksklusif yang terwariskan bersama mitos-mitos dari zaman society 2.0 dan 3.0, sudah tidak relevan dengan kebutuhan society 5.0 sekarang ini. Society 2.0 adalah masyarakat agraris yang mengandalkan pertanian sebagai sumber kehidupan utama, society 3.0 adalah masyarakat industri yang fokus pada produksi massal dan pabrik, society 4.0 adalah masyarakat informasi dengan teknologi digital sebagai fondasi utamanya, sedangkan society 5.0 adalah masyarakat yang mengintegrasikan dunia fisik dan digital, menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia secara holistik.

     Karenanya, Korpala membuka kesempatan kepada siapa saja untuk berkolaborasi mengembangkan dan menganut way of life Korpala. Suatu hari, di seluruh Indonesia, kemanapun kita melangkah, maka kita akan bertemu dengan Korpala. Komunitas-komunitas tumbuh subur dengan melandaskan diri kepada way of life Korpala. Komunitas-komunitas tersebut juga melakukan pelatihan-pelatihan untuk anggotanya menggunakan materi pelatihan yang persis sama dengan yang dilakukan di Korpala.

     Korpala bukan lagi ‘hanya’ tentang satu ‘unit kegiatan mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan’ di lingkup Universitas Hasanuddin. Korpala telah berubah menjadi patron tren setter membangun komunitas. Korpala adalah narasi besar, yang membebaskan organisasi ini dari batasan sangkar geografis dan status quo. Narasi yang sangat menguatkan kekokohan Korpala sebagai suatu realitas intersubyektif. Bila misalnya suatu hari nanti, Unhas tiba-tiba terhapus dari muka bumi, maka Korpala tidak akan ikut menghilang. Korpala tetap eksis, di dalam pikiran dan geliat kehidupan semua orang yang terlibat dalam komunitas yang berbasiskan way of life Korpala.

     Di setiap arah langkah kita sebagai anggota Korpala, dengan mudah kita dapat menjalin kolaborasi dengan semua komunitas berbasis Korpala untuk mensukseskan setiap kegiatan yang diselenggarakan Korpala. Korpala tetap eksis tanpa batas. Esprit d’Corps akan terus berkembang tanpa dapat dibendung oleh siapapun.

Selamat Ulang Tahun ke-39 Korpala Unhas, esprit d'Corps be the unlimited spirit.
 ~bagian akhir dari 4 tulisan
salam,
 

bagian 4: Langit Baru Inklusivisme Korpala Unhas (tulisan ini) 

Related Posts :

0 Response to "Langit Biru Inklusivisme Korpala Unhas"

Posting Komentar