Route 02-11

Pendidikan Mengawal Idealisme

Kini Mapala sudah semakin susah mengawal idealisme kemahasiswaan. Oriantasi mapala juga sudah berubah dan mengalami pergeseran. Konsentrasi kepetualangan makin membesar, meskipun kadang-kadang juga dibumbui serpihan aktivitas keilmiahan, aspek ilmiah menjadi value added (nilai tambah) untuk model petualangan tersebut.
Pergeseran lempeng idealisme menjadikan Mapala dan dunia kemahasiswaan seringkali mengalami "gempa pragmatik". Gempa ini mengakibatkan mahasiswa lebih cenderung sibuk dengan urusan kuliah semata dan pragmatis. Mereka tidak mau ambil pusing dengan kondisi ril diluar kampus yang sebenarnya membutuhkan kepedulian mereka sebagai mahasiswa.
Minat mahasiswa pada kegiatan kepencinta alaman dari tahun ke tahun semakin menurun. Hal ini diakui sejumlah kelompok mahasiswa pencinta alam se- Indonesia dalam kegiatan Temu Wicara Dan Kenal Medan XXII (TWKM XXII) di Pontianak pada 18-26 Oktober 2010.
Korps Pencinta Alam (KORPALA) Universitas Hasanuddin sebagai organissai kepencinta alaman tingkat Universitas Hasanuddin tidak luput dari fenomena tersebut. Akan tetapi untuk menjawab tantangan tersebut, salah satu strategi untuk meningkatkan minat mahasiswa, Korpala Unhas berupaya membuat kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa secara langsung seperti Mountain Clean dengan bentuk kegiatan pendakian bersama di gunung bawakaraeng sambil membersihkan sampah-sampah organik dari puncak sampai kaki gunung dan dirangkaikan dengan penghijauan disekitar Pos 1 Bawakaraeng yang telah mengalami kerusakan. Selain itu sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat, Korpala Unhas secara rutin mengadakan Bakti Sosial dengan melibatkan Mahasiswa, kegiatan seperti ini secara perlahan mengubah mindset Mahasiswa bahwa kegiatan organisasi Kepencinta Alaman tidak hanya bersifat Adventure akan tetapi kegiatan-kegiatan sosial tidak luput dari perhatian kami sebagai Mahasiswa Pencinta Alam.

Pendidikan Dasar XXIV Korpala Unhas
          Pendidikan Dasar Korpala Unhas merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan diatas, Maka dari itu sebagai organisasi yang bergerak dalam kegiatan kepencinta alaman, Pendidikan Dasar Korpala Unhas dalam proses awal pengkaderannya harus diarahkan untuk membentuk kader baru yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dasar kepencinta alaman.
Untuk meningkatkan kualitas output dari Pendidikan Dasar maka proses Pendidikan dibagi atas tiga tahapan yakni : Pra Pelaksanaan (Pendaftaran dan Seleksi), Pelaksanaan Pendidikan Dasar, dan Pasca Pendidikan Dasar (Pemantapan untuk menjadi anggota aktif Korpala Unhas).
Pendidikan Dasar XXIV Korpala Unhas dilaksanakan pada Juli 2010 berlokasi di Makassar-Maros-Gowa dengan jumlah peserta 23 orang dari 50 pendaftar yang telah lolos seleksi, peserta dibekali dengan 12 materi kelas dan 8 materi lapangan diantaranya :
Materi Kelas : Kode Etik Pencinta Alam Indonesia, Sejarah Pencinta Alam Indonesia, Ke-Korpala-an, Persiapan Perjalanan Alam Terbuka (PPAT), Sosiologi Pedesaan (Sosped), Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Pengenalan dan Perawatan Peralatan, Mountaineering, Tali Temali, Navigasi Darat, Botani Zoologi, Survival.
Materi Lapangan : Tali Temali, Botani Zoologi, Pengenalan dan Perawatan Peralatan, Pesiapan Perjalanan Alam Terbuka, Navigasi Darat, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Mountaineering, Survival, Rock Climbing, dan Caving.
Setelah 5 hari mengikuti materi kelas, peserta wajib beradaptasi dengan kondisi lapangan dengan mengaplikasikan materi yang telah diberikan. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing didampingi oleh 2 orang, perjalanan ditempuh selama 5 hari dari Bislap (maros) ke Kampung Beru (Gowa) dengan bekal 1/2 liter beras, 5 bungkus mie instan dan garam untuk masing-masing kelompok.
Selama perjalanan peserta yang sebelumnya ceria dan penuh senyum diwajah mereka kini berubah menjadi kejenuhan, kekesalan terhadap kondisi yang sebelumnya tidak pernah mereka alami, tidur beralaskan matras dengan beratapkan ponco, makan seadanya, dalam kondisi survival inilah diharapkan peserta mampu menjadi pribadi yang berkarakter karena pendidikan di Korpala Unhas menekankan pada 3 hal yakni Leadership, Managerial, dan Team Work.
Beratnya medan yang dilalui dengan kondisi fisik yang lemah akibat survival mengakibatkan 2 dari 23 peserta harus dipulangkan karena tidak sanggup melanjutkan proses Pendidikan Dasar. Sampai pada akhirnya 21 peserta berhasil tiba dengan selamat di kampung Beru (Gowa), kemudian diarahkan ke Lembanna lokasi puncak Pendidikan Dasar Korpala Unhas. Survival ditutup dengan menyantap hidangan bubur kacang ijo hasil olahan tangan-tangan lembut puteri Korpala.
Hari terakhir sebelum peserta merasakan dinginnya air sungai Lembanna di areal pelantikan, peserta terlebih dahulu diarahkan ke puncak Gunung Bawakaraeng salah satu puncak tertinggi di Sulawesi Selatan. Keesokan harinya 21 anggota muda Korpala Unhas yang telah berhasil mengikuti proses Pendidikan Dasar di sumpah menjadi anggota pasif Korpala Unhas ditandai dengan penyematan syal merah  yang bertuliskan KORPALA UNHAS. kini 21 orang peserta pendidikan dasar XXIV telah resmi menjadi anggota pasif Korpala Unhas....Selamat Datang Korpala Cilik (KC) sebutan untuk anggota pasif Korpala Unhas.

Penulis : Madhy
Dukumentasi : Korpala Unhas

0 Response to "Route 02-11"

Posting Komentar